Laila gadis kecil berkuncir dua, pergi ke sekolah selalu diantar ibunda. Duduk di kelas tiga, Laila bersekolah dengan rajinnya.
Laila gadis kecil berkuncir dua, hari ini diantar paman ke sekolah karena bunda harus bekerja. Dalam dunianya hanya ada tawa, Laila bermain riang dengan teman sebaya.
Laila gadis kecil berkuncir dua, terpatri dalam kebingungan tatkala paman
menyelipkan tangan ke dalam roknya. Berkata bahwa itu tanda sayang orang dewasa. Laila diam dalam kepolosannya.
Laila gadis kecil berkuncir dua, tiada lagi senyum di wajah gembilnya. Tak suka ketika paman menindih tubuhnya. Laila diancam tak boleh bicara.
Laila gadis kecil berkuncir dua, sekarang hanya diam seribu bahasa. Tak ada lagi ceria, apalagi tawa. Semua terenggut dengan paksa sebelum ia mengerti itu apa.
SELAMATKAN GADIS KECIL KITA
Waspada terhadap siapa saja
Dunia semakin gila


Hari - hari yang ku lalui bersamamu membuatku mengerti dan memahami apa sesunguhnya arti cinta kasih itu... Tanpa rayuan gombal, tanpa janji manis atau setumpuk kata mesra; simply with the way you make me feel... (HAPPY 1st ANNIVERSARY)

Posted by Ade on Mei 9, 2009 at 8:12 AM
Tengok kana kir..
Pertamaxx (rock)
cepeat2 posting amankan posisi
Posted by ekaria27 on Mei 9, 2009 at 5:48 PM
Posisi pertamax.nya aman terkendali
hihihihi
Posted by Ade on Mei 9, 2009 at 8:13 AM
Salut dengan cara menyampaikan pesan ala cerita eka.. *acung jempol*
Posted by Acha on Mei 9, 2009 at 9:13 PM
Plus *Angkat Topi* juga.
Posted by quinie on Mei 9, 2009 at 8:18 AM
hm… yayaya… that’s why sex education itu perlu banget, biar mereka ga ho oh2 ajah kalo ada peristiwa seperti itu
Posted by ekaria27 on Mei 9, 2009 at 5:48 PM
Iya, untungnya skr beberapa sekolah Tk sudah aware dengan hal ini.
Jadi mereka ajari murid2nya (dgn bahasa anak kecil tentunya)
At least ada usaha untuk mencegah hal2 kayak gini
Posted by Acha on Mei 9, 2009 at 9:09 PM
Minimal sebarkan informasi. Semakin banyak tahu semakin banyak pengetahuan.
“Selamatkan Gadis Kecil Kita”
Semoga.
Posted by Heryan Tony on Mei 9, 2009 at 8:34 AM
Wah, anak2 mesti diberitahu untuk jaga diri nih.
Posted by Lala on Mei 9, 2009 at 9:30 AM
Duh jangan sampai anggota keluarga kita jadi seperti Laila. Mudah2an kita dijauhkan dari hal hal yg seperti itu.
btw, thanks kunjungannya mbak
Posted by ahmad yuliyanto on Mei 9, 2009 at 9:53 AM
Wah bagus ni poetic style nya. Btw tukeran link yuk ma blog q di http://www.ahmadyuliyanto.co.cc/
link blog ini dah q psg di blog q.
thanks
Posted by Gandi Wibowo on Mei 9, 2009 at 10:02 AM
Wah… puisinya mantabs :bd
Bolehkah saya share di FB? (Gak dikopi kontentnya kok, cuma share link/tautan.. Boleh ya)
Posted by ekaria27 on Mei 9, 2009 at 10:40 AM
Silahkan…
dengan senang hati
Posted by ciwir on Mei 9, 2009 at 10:53 AM
syarat makna dan peringatan,
jaga anda dan keluarga anda baik2
Posted by Ely on Mei 9, 2009 at 11:34 AM
kalimat kalimat di atas bagus nih dijadikan iklan layanan masyarakat , aku nggak tahu apa banyak kasus pedofil di tanah air ?
kalau di sini lumayan , korbannya ya anak anak kecil, pelaku biasanya datang dr lingkungan terdekat termasuk tetangga, terakhir yg menghebohkan ada anak kecil usia 8 tahunan keturununan turki mati diperkosa dulu terus dicekik, ternyata pelakunya adalah tetangganya sendiri cuma bersebelahan apartemennya, akhirnya ketangkap sih di turki, kabur ke sana pelakunya habis mbunuh, ngeri banget !
Posted by ekaria27 on Mei 9, 2009 at 5:44 PM
Saya rasa banyak mbak El, tapi gak terungkap. Disini budaya nya kan beda.
Budaya malu, menganggap itu aib membuat para pelaku seperti itu masih bebas berkeliaran aja.
Dan mengintip2 korban lain.
Nyebelin
Posted by ksemar on Mei 9, 2009 at 12:16 PM
Mari kita jaga bocah2 tersebut dari perbuatan manusia2 biadab. Keselamatan dan masa depan mereka adalah tanggung jawab kita. salam
Posted by ekaria27 on Mei 9, 2009 at 5:42 PM
Tanggung jawab kita bersama
Posted by wempi on Mei 9, 2009 at 12:22 PM
dunia sudah terbalik, dulu orang tua dan guru sering bilang hati-hati sama orang asing ato yang belum dikenal, sekarang hati-hati sama orang yang paling dekat dengan mu.
Posted by Bang Aswi on Mei 9, 2009 at 12:24 PM
Ngeri membayangkannya. Semoga ke depannya tidak terjadi masalah amoral seperti ini [hanya bisa berdoa]
Posted by Acha on Mei 9, 2009 at 9:24 PM
Doa juga merupakan salah satu bentuk usaha lho….
Selamat berdoa, yg khusuk ya..
Posted by Lala on Mei 9, 2009 at 12:41 PM
Ka,
Ada salah satu kerabat yang punya pengalaman seperti si kecil Laila. Saat itu dia masih umur tiga/empat tahun, gemuk, pipi gembil, tertawa riang adalah hobinya selain makan tentu saja..
Petaka itu terjadi ketika ia liburan ke desa dan ia menjadi korban pelecehan seksual oleh tetangga neneknya.
Aku nangis, Ka!
Apalagi lelaki yang hobi mabuk itu masih umur belasan….
Posted by ekaria27 on Mei 9, 2009 at 5:41 PM
Makanya La, gue bilang
dunia ini udh gila.
segila – gilanya !
sableng kan, so sorry to hear bout ur relative hope she can move on (though surely life will not the same again)
Posted by om-blog on Mei 9, 2009 at 1:27 PM
oalah cerita diobok-obok ya ini?
Hmm turut prihatin
anak sekecil itu ….
Posted by christin on Mei 9, 2009 at 1:29 PM
ngeri, ka
Posted by itempoeti on Mei 9, 2009 at 1:57 PM
ketika kebiadaban merajalela di sekitar kita, kewaspadaan -bukan kecurigaan apalagi paranoia- harus semakin ditingkatkan..
Posted by Pakde on Mei 9, 2009 at 2:13 PM
Terlalu!!!!!
Saya gak tahu apa yang ada dalam pikiran sang abang hingga tega memperkosa adiknya sendiri…
Pelecehan? banyak perempuan yang mengalami… hanya mereka masih takut untuk mengadukan ke pihak yang berwajib karena ancaman dan intimidasi dari pihak tertentu..
satu hal yang penting perempuan juga jangan mau dilecehkan dengan sikap dan tindakan yuang dapat merusak masa depan.
saya prihatin dan ikut berdoa untuk temanmu semoga bisa menatap hari depan dengan lebih ceria.
Posted by Muzda on Mei 9, 2009 at 2:59 PM
Itu alasannya kenapa saudara-saudara saya gak mau di rumah ada pembantu laki-laki … gak mau ada sopir ..
Bukan mau berprasangka buruk, tapi resikonya gak sebanding …
Masa depan si gadis kecil …
Posted by Sanjaydut on Mei 9, 2009 at 4:42 PM
Penyampaian pesan yang sangat oke. Aku kagum banget. Aku seneng dengan tulisan mbak eka.
Kutunggu tulisan lainnya
Posted by langit biru on Mei 9, 2009 at 5:42 PM
hm… nice post
jadi inget novel a man named dave n kebetulan lagi baca novel true story berjudul “behind the closed door” tentang kekerasan sexual dlam keluarga (anak)
skali lg nice post
Posted by kafein on Mei 9, 2009 at 6:25 PM
Ini aq baca pertama tidak mengerti, tapi akhirnya saya mengerti setelah berpikir sejenak.. :-s sedih rasanya, perihatin, siapa yang hrs dipperbaiki ?
Posted by ArieL, FX on Mei 9, 2009 at 6:33 PM
itu sapa mbak?
Posted by DV on Mei 9, 2009 at 6:33 PM
Kurang! Kudunya ditambah..
Laila, gadis kecil berkuncir dua, akhirnya secara sah harus rela ditindih Sang Paman.. Ia dipoligami pada akhirnya
Posted by masnoe® on Mei 9, 2009 at 6:51 PM
Kejahatan bukan karena niat dan kesempatan, . . .
Posted by akusutarji on Mei 9, 2009 at 8:10 PM
http://www.akusutarji.wordprees.com
untuk bisa berhati-hati dalam menitipkan kepada orang bahkan saudara kita sendiri
Posted by Indah on Mei 9, 2009 at 8:50 PM
Mau komen dulu soal puisinyaa.. aaiihh.. Eka ini jago mengolah kataa dhe aahh, gua masih terkagum2 membaca akhiran a-nya yang berima tapi nyambung dan berkaitan dari awal sampe akhir! Mantapss..
*angkat_topi.com*
Sekarang mo komen tentang isi puisinya itu sendirii.. aaarrrggghhh!! Enaknya neeh pelaku macam gini tuh diapain yaa biar pada kapok and bikin orang2 lain yang punya hasrat sejenis buat mikirr ampe panjaaaang bangets sebelon akhirnya melakukan hal yang sama! *toeng*
Tega amat seeh ngerusak masa depan seorang anak kecil yang masih polos and lugu and menghapus keceriaan dari wajahnya, huhuhu..
Ngga hanya gadis kecil, Laa, khan banyak juga bocah2 laki2 yang mendapatkan perlakuan serupa *sigh*
Posted by edratna on Mei 9, 2009 at 9:33 PM
Memang kita harus hati-hati menjaga anak…terkadang yang membahayakan adalah lingkungan terdekat kita, bisa paman, keponakan, pembantu dan lain-lain
Posted by maya sitorus on Mei 9, 2009 at 10:44 PM
emang sekarang jaman dah edan,,
suka jijik dan pengen ninju, tipt tipe pria dewasa apalagi dah tua badot suka ngelakuin pelecehan seksual ama anak kecil
dah otak binatang org kayak gitu ga layak berstatus orang..perlu dibinasakan
#napsu mode on,,maap kan,,,#
Posted by Zian X-Fly on Mei 9, 2009 at 11:25 PM
iiiih…..
maunya ya si kucir dua itu.
Ah, zaman sekarang memang sudah keterlaluan. Hampir kiamat sudah.
Posted by suryaden on Mei 9, 2009 at 11:40 PM
waspada kepada siapa saja, dan memang pelakunya sudah biasa dikenal si anak, ya ampun…
Posted by achoey on Mei 9, 2009 at 11:46 PM
Miris ya sahabat
Makin banyak yang gak berperikemanusiaan
Posted by arman on Mei 10, 2009 at 12:00 AM
very nice poem!
emang paling serem dan menjijikkan tuh ngeliat para pedofilia!
btw, tentang page nya wordpress gua email ke lu ya ka. gua gak bisa nulisnya di komen soalnya jadi gak keliatan rumusnya terus soalnya kan html. hope you don’t mind karena gua ngemail ke lu langsung.
Posted by Yoes Menoez on Mei 10, 2009 at 12:18 AM
Prnh baca hasil penelitian bhw kecenderungan skrng kekerasan seksual justru dilakukan oleh org2 terdekat, anggota keluarga atau tetangga dkt rmh krbn.
Saya ngajar TK mbak, jd berasa bngt mkn susahnya memberi pengertian pd anak2 ttg hal ini, hal yg plng kcl sy tanamkan adalah menjaga sikap ( terutama sikap duduk yg suka sembarangan sampe klhtn bj dlm), cara berpakaian, perilaku thd lawan jenis krn kdng2 anak2 tdk sdr sikap mrk yg msh polos itupun bs mengundang nafsu manusia2 tdk bertanggung jawab.
Posted by Hary4n4 on Mei 10, 2009 at 12:54 AM
Dunia ini emang isinya sudah serba gila.. Banyak perubahan yg katanya kemajuan, tapi kenyataannya moral dan prilaku makin primitif aja. Segala apa pun kesempatan, akan digunakan oleh mereka2 yg gila utk memuaskan nafsu dan hasratnya. Ouwalah..dunia dunia
Posted by geRrilyawan on Mei 10, 2009 at 1:15 AM
namanya jaman edan…
banyak pervert-pervert berkeliaran, bahkan mungkin orang terdekat. waspadalah…waspadalah…(bang napi mode: on)
Posted by Daniel Mahendra on Mei 10, 2009 at 2:22 AM
Biasanya aku selalu percaya: nilai sebuah tulisan terletak pada apa yang disampaikan. Bukan dengan mengotak-atik bahasanya agar terasa indah.
Namun di tulisan ini aku mendapatkan keduanya: baik apa yang kau sampaikan maupun cara penyampaiannya.
Posted by SanG BaYAnG on Mei 10, 2009 at 3:27 AM
Hloh..lha koq ampir sama critane..wkxkxkxkxkxkx..
Kacian yah si laila akirna hrs canggung..,kalo laila canggung mah orang pada ngarti..wkxkxkxkxkx..
Posted by bayex on Mei 10, 2009 at 4:28 AM
duh skrg kejahatan makin kumplit aja yah..
maling, copet, rampok, kurupsi, masih ditambah lagi Phedophilia
tega amat sih…!!!
Posted by novnov on Mei 10, 2009 at 5:19 AM
duhhh jangan sampe anakku yg mengalami…anakku cowok sih tapi ya tetep aja takut…
Posted by Ikkyu_san on Mei 10, 2009 at 8:12 AM
Begitu kamu punya anak perempuan, maka jagalah dia sebaik-baiknya. Biar dikatakan kolot, tapi anak perempuan yang paling rentan perlakuan buruk. Aku dan dua adik perempuanku berterima kasih pada ibunda yang selalu ada di samping kami. KOLOT tapi kami aman.
Jika aku punya anak perempuan, sudah pasti aku tidak akan bekerja. Tuhan mungkin tahu sifatku sehingga aku dikaruniakan dua anak laki-laki.
Hari ini hari ibu, mari kita anak perempuan mengucapkan terima kasih pada perlindungan bunda kita masing-masing.
EM
Posted by annosmile on Mei 10, 2009 at 8:20 AM
hmm..
tersirat..
hati-hati kepada siapa saja..
semoga keimanan dalam melindungi seseorang dari perbuatan yang menyimpang tersebut
*save the childen..*
Posted by Tuyi on Mei 10, 2009 at 8:21 AM
Ikh…ngeri, bener2x jaman edan.
Posted by rusakparah on Mei 10, 2009 at 8:53 AM
Damn… puisinya keren banget, ga usah banyak kiasan langsung to the point ke tema nya. Isinya juga lugas…. ck…ck…ck. Dunia emang gila
Posted by soulharmony on Mei 10, 2009 at 12:13 PM
saya belum punya anak sih
Posted by muhamaze on Mei 10, 2009 at 12:40 PM
ngeriiii…. ngeriiiii….
Posted by reallylife on Mei 10, 2009 at 1:50 PM
menyelamatkan laila-laila yang lain adalah tugas kita semua
Posted by riZda on Mei 10, 2009 at 2:03 PM
serem ya mbak dunia ney..
anak kecil yang masih sangat panjang jalannya langsung kepotong masa depannya…
Posted by chrysanti on Mei 10, 2009 at 3:58 PM
waaahhh.. jahat ya paman itu! memanfaatkan kepolosan anak kecil.. Grrrrr….
Posted by frozzy on Mei 10, 2009 at 4:10 PM
hmh…..speechless gue, ka’….
it happens around us…
Posted by suwung on Mei 10, 2009 at 4:28 PM
trusts no body
Posted by wahyu ¢ wasaka on Mei 10, 2009 at 5:00 PM
Kok Laila si Gadis Kecil Berkuncir Dua nunduk terus seh…
Posted by ahmad on Mei 10, 2009 at 5:30 PM
demikianlah manusia. terkadang bisa sangat mulia tapi disaat yang sama juga bisa sangat biadab (seperti si-paman). let’s save our children…..
Posted by Catra on Mei 10, 2009 at 5:41 PM
“laila, kalau di ajak sama Om itu jangan mau aja ya”, hahahaha
Posted by easy on Mei 10, 2009 at 7:16 PM
terkadang banyak sekali kejadian yang pilu itu dilakukan oleh orang orang terdekat kita
Posted by julie on Mei 10, 2009 at 9:10 PM
semakin banyak kejahatan seksual terselubung jangan sampai menimpa gadis kecil kita
very nice sista
Posted by yenin on Mei 10, 2009 at 10:39 PM
hufffh,…sedih bacanya
*harus extra hati”neh yg punya anak gadis ,jd kepikiran
Posted by Raffaell on Mei 11, 2009 at 5:05 AM
Dulu, dunia gak separah ini deh kayaknya, eh sekarang, orang banyak belajar dari sinetron sadis… jadilah begini
Posted by mrpall on Mei 11, 2009 at 6:48 AM
Mari kita jaga anak2 tersebut dari perbuatan manusia2 biadab. Keselamatan dan masa depan mereka adalah tanggung jawab kita
Posted by gwgw on Mei 11, 2009 at 8:06 AM
waduh…kagum banget gw …puisinya sangat inspiratif banget….sangat menyentuh banget mbak….
..
..
siapa yg berani ganggu laila…ha… ???? *tiba-2 gw marah*
..
..
gw tangkap pelakunya.., gw akan hajar pelakunya.., gw akan potong “anunya”.. , gw bakar “anunya” dan gw akan buang “anunya” ke selokan….
*sadis banget*
lho kok gw bisa sadis ghitu ya ?….*heran*
Posted by deni oktora on Mei 11, 2009 at 8:44 AM
hii…pedopil….
http://www.denioktora.com
Posted by yustha tt on Mei 11, 2009 at 8:52 AM
hiks…
dasar Om Om!!!
hugh!!
Nak, tunggu mama aja ya…
Mama pasti jemput….
(gitu gw bilang ma anak gw ntar…)
Posted by azer on Mei 11, 2009 at 9:23 AM
salut atas penyampaian cerita nya….well..mungkin harus seperti bang napi….Waspadalah…Waspadalah..
Posted by zee on Mei 11, 2009 at 9:27 AM
AAaihhhhhhhhhhh seremmm……
Semogaaaa anak gw dijauhkan dari orang begituan. Kalo sampe ada yang berani nyentuh dikit aja, ku balbal dia bolak balik.
Posted by dela on Mei 11, 2009 at 9:27 AM
sekarang banyak yg seperti itu ya mbak?
bagus buat dijadiin iklan layanan masyarakat mbak..
banyak yang masi nganggep hal ini tabu,
tapi beneran harus disosialisasikan, biar orang tua di luar sana bisa lebih berhati-hati..
Posted by kissmeguntur on Mei 11, 2009 at 10:19 AM
Mungkin lebih bijaksana bila sikecil jangan sampai lepas dari pantauan sang ibu, terlebih bila si kecil berada di luar rumah, bila perlu nomor satu kan hal itu.
Mba Eka thanks telah ngunjungin aq, jangan bosan memberi masukan ya mba. O ya link mba Eka dan aq pasang di blog aq.
Thanks ya mba dan semua pengunjung.
Posted by senyum-ku on Mei 11, 2009 at 10:21 AM
tak jarang justru orang – orang terdekat yang mengancap anak-anak..
Posted by omiyan on Mei 11, 2009 at 10:41 AM
ya kejahatan selalu berada disekitar kita
Posted by AFDHAL on Mei 11, 2009 at 10:46 AM
SAVE LAILE…
SAVE MANOHARA.. (lho….)
Posted by goenoeng on Mei 11, 2009 at 11:04 AM
ingin rasanya mateni paman’e laila…
Posted by p u a k™ on Mei 11, 2009 at 11:09 AM
Ya, tidak gampang menjaga anak perempuan zaman sekarang tapi aku selalu berdoa dan percaya.. Tuhan mengutus malaikatnya untuk menjagai mereka.
Posted by erza on Mei 11, 2009 at 11:38 AM
@Wempi… setuju ntu sama komentnya,
Posted by sendit on Mei 11, 2009 at 11:39 AM
hmm..pendidikan agam nomer satu..dan terus pantau perkembangannya…=)
http://sendit.wordpress.com
Posted by sendit on Mei 11, 2009 at 11:40 AM
agama maksudnya…=)
Posted by buwel on Mei 11, 2009 at 11:45 AM
allohu akbar…mari kita selamatkan laila2 kita….
Posted by gdenarayana on Mei 11, 2009 at 11:56 AM
wah tega buanget dengan sodara ndiri
nikmat didunia neraka di akhirat
Posted by Billy Koesoemadinata on Mei 11, 2009 at 12:32 PM
wah..wah.. jadi musti bikin barrier yang kuat buat adik2 gue nih kalo begini..
jangan sampe adik2 gue begitu
Posted by -moRis- on Mei 11, 2009 at 12:35 PM
I love child…!!
Mdh”an org” yang ngerusak laila” lainnya dapat ganjaran setimpal..!!
Posted by Catra on Mei 11, 2009 at 12:51 PM
tembusan buat ibu2 yg punya anak perempuan. Maupun bagi calon ibu2… jaga anaknya yaaa
Posted by gloria on Mei 11, 2009 at 1:03 PM
makasih sharingnya kak..
semoga orang2 tua semakin mawas terhadap anak2 gadis kecilnya
Posted by Heryan Tony on Mei 11, 2009 at 1:39 PM
Aduh, kasian ya.
Posted by Dalmuji on Mei 11, 2009 at 2:41 PM
Kurang ajar tuh Paman…!
baca juga postingan saya Mba…
di
http://dalmuji.wordpress.com/2009/04/17/hati-hati-untuk-ibu-muda-dan-remaja-putri/
Posted by Uke Poet on Mei 11, 2009 at 2:57 PM
Serem yah kalo mikir soal ini. Apalagi anak gw cewek. Thx for reminding Ka!
Posted by Uke Poet on Mei 11, 2009 at 3:23 PM
Eka, ada award dariku. Ambil yah!
Posted by ekaria27 on Mei 11, 2009 at 3:58 PM
siap meluncur
Posted by adecent.. on Mei 11, 2009 at 3:35 PM
Dunia emang udah gila…yang seharusnya melindungi,justru yg berpotensi menyakiti…what a criminal..
Posted by mas stein on Mei 11, 2009 at 3:44 PM
penyampaiannya bagus mbak. ck ck ck
*jarang-jarang saya muji, catet ya*
kebiasaan orang tua dulu pendidikan seks dianggap tabu, kalo sekarang saya pikir pandangan itu harus dirubah. seks itu kodrat, jadi harus dikenalkan sejak dini, misalnya perbedaan bentuk, trus lagi (mohon maap ya) jangan perbolehkan anak dipegang-pegang anunya sama siapapun!
sedih saya kalo denger korban pelecehan kadang malah jadi pihak yang disalahkan, dianggap bikin malu, aib yang harus disembunyikan. duh!
Posted by phiy on Mei 11, 2009 at 5:33 PM
bener mba, jaman skarang makin gila, ngga cuma paman, bahkan kakek sendiri tega sama cucunya, sedih dengernya
Posted by Fariskhi on Mei 11, 2009 at 6:21 PM
Dunia makin gila, kiamat makin dekat
Posted by antoniuszs on Mei 11, 2009 at 10:41 PM
gag ngerti >.<
Posted by bro neo on Mei 12, 2009 at 12:16 AM
two thumbs up!!
mesti disebarkan, dan dijadikan “virus”
agar semua orang “tertular” awareness
akan adanya kejahatan disekitar kita
kita bisa mencegahnya bersama sama!!
Posted by Maria on Mei 13, 2009 at 11:44 AM
Miris denger2 berita anak kecil kayak Laila ini, miris karena kenapa sich cowok2 itu ga beli di pinggir jalan sana aja…???
Setuju ama Eka, selamatkan gadis kecil kita…!!!
***
yeee… beli di pinggir jalan… giling lu sarannya
harusnya tu org2 kayak gitu disunat abis hahaha
Posted by wilbertsitu on Mei 13, 2009 at 3:33 PM
antisipasi perlu….
deteksi dini sangat perlu….
safety sangat-sangat perlu…..
lebih baik mencegah dari pada…..
***
Betil itu pak
Posted by deeedeee on Mei 19, 2009 at 7:46 PM
awal kisah ttg laila menyenangkan, ternyata diakhir menyengsarakan…
musti hati-hati….. *waspada*
#EKA
ya itu tanggung jawab kita bersama
Posted by gadisayu18 on Mei 21, 2009 at 6:43 PM
harus hati-hati mba jaman sekarang banyak yang sulit dipercaya. sampai-sampai LSM anak-pun banyak yang berkedok LSM demi meraup uang dari sumbangan-sumbangan.( pengalaman dari seorang teman yang skripsinya mengenai anak jalanan dan sibuk mondar-mandir dari satu LSM ke LSM lainnya.)
beberapa saat yang lalu saya menonton siaran televisi ‘talk show’ yang mendatangkan seorang suster yang juga berprofesi sebagai penculik anak (dia punya sindikat). Menjual anak-anak ke suatu yayasan dengan kisaran harga 3-4 juta.
SAVE OUR CHILDREN (OUR NEXT GENERATION)
#EKA
kalo bukan kita yang peduli.. siapa lagi…:)
Posted by Dean on Mei 23, 2009 at 2:36 AM
gila semakin mendunia
#EKA
begitulah, kita yg waras ini hrs lebih waspada