10
Agu
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Cerita Diary. Ditandai:pernikahan. & Komentar

Sebuah Simfoni
Pernikahan ini bagaikan Simfoni.
Ada seni tersendiri sehingga irama dua hati bisa membentuk sinergi.
Adakalanya denting indah terdengar,
namun ada masa fals yang tersiar.
Bahkan tak jarang nada itu meleset.
Namun, bukankah kidung terdengar lebih indah ketika banyak nada bersatu membentuk irama?
Terima kasih untuk semua nada yang telah kau berikan suamiku,
Bersamamu aku memaknai cinta
HAPPY 1st ANNIVERSARY
Mari terus kita alunkan simfoni ini
Perjalanan kita masih panjang….
.
.
Dan perkenankan saya mengundang sahabat semua ke rumah baru saya :
http://ceritaeka.com
.
Semua cerita dan nada
akan dialunkan di sana
7
Agu
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Cerita Perjuangan. Ditandai:impian, Rumah. & Komentar
Pagi itu bukan pagi biasa, karena putaran takdir membawaku melalui sebuah jalan asing yang tak terduga. Melewati salah satu daerah Menteng Jakarta Pusat, silau lampu pengatur lalu lintas berpendar merah dan memaksaku untuk berhenti sesaat. Kulemparkan pandang ke kiri dan hatiku berdegub lebih kencang dari biasanya. Bukan, bukan karena aku melihat mantan pacar atau suamiku bersama orang lain. Bukan. Aku terpana. Mata ini terbelalak melihat keanggunan sebuah rumah kuno model Belanda dengan pagar tempus pandang, halamannya luas memesona. Engkau tentu tahu, betapa aku selalu merindukan rumah dengan pekarangan luas menghadap ke timur. Bukankah pernah kutuliskan disini dulu?
Ditengah sempitnya menit dan detik pagi berkejaran, aku turun. Sejenak berhenti dan memandangi rumah besar yang halamannya diselimuti hijau rerumput, yang tamannya meriah dengan wewarna dan wangi bunga, yang terasnya elok bermandikan cahaya mentari. Didepanku berdiri rumah yang aku impikan dalam wujud nyata. Aku tertawan elegi keindahan.

- Rumah Impian
Lanjutkan membaca
5
Agu
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Cerpen. Ditandai:Vanya. & Komentar
Kilasan cerita lalu :
Aku dan suamiku membesarkan Vanya, anak hasil hubungan diluar nikah Maya (sepupuku) dan pacarnya. Kami merawat Vanya dengan cinta kasih yang berlimpah, hingga ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas juga periang. Namun di ulang tahun Vanya yang ke tiga, Maya datang. Dan kunjungannya adalah kunjungan rutin yang merisaukan hati. Akankah ia mengambil cahaya kalbuku? Meminta darah dagingnya yang sudah ku rawat dengan sepenuh hati?
————————–
Lanjutkan membaca
4
Agu
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Cerpen. Ditandai:Vanya. & Komentar
Kisah sebelumnya :
Karena pergaulannya yang terlewat bebas, sepupuku Maya yang masih SMA hamil diluar nikah. Tante Febri, ibunda Maya, yang notabene masih tanteku, tidak menghendaki Maya mengasuh bayinya karena itu berarti mecoreng nama keluarga besar. Memberi aib. Namun sebenarnya alasan utama adalah jika Maya mengasuh bayinya maka ia harus berhenti sekolah. Dan itu sama saja mengubur impian tante Febri untuk menjadikan Maya seorang dokter. Mana bisa kuliah kedokteran kalau SMA saja tidak lulus kan? Aku dan suamiku di pasrahi mengasuh Vanya, bayi Maya dan Ivan pacarnya. Bagaimana kehidupan Vanya dalam pengasuhanku? Bagaimana kisah hidup Maya?
————————–
Lanjutkan membaca
3
Agu
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Cerpen. Ditandai:anak, bayi, Cerpen, ibu, tangis. & Komentar
Serebrum otakku masih merekam dengan baik kejadian 5 tahun lalu di sofa ruang depan. Maya duduk menunduk sementara Tante Febri ibunda Maya terlihat tegang. Dalam dekapan Maya tidur bayi merah yang usianya tak lebih dari seminggu. Aku dan suamiku diam seribu bahasa, entah harus bersikap bagaimana. Dengan suara parau menahan tangis, Maya berkata lirih,” Mbak janji ya… pelihara anakku ini, tolong sayangi ia sepenuh hati.” Sampai disitu Maya tak kuasa melanjutkan kata – katanya, hanya bulir air mengalir deras dari pelupuk matanya. Lanjutkan membaca
31
Jul
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Alnect Komputer. Ditandai:Alnect, Alnect Komputer, blog, kontes. & Komentar
Sidak alias Inspeksi Mendadak. Entah siapa yang mempopulerkan kata ini. Yang pasti ketika saya berada di Yogyakarta maka tak lain dan tak bukan saya harus sidak ke toko Alnect Komputer, lagian waktu itu saya ada kebutuhan untuk membeli Memory Card untuk Mpus tercinta saya. Nah diantar suami saya pun meluncur ke Alnect Komputer yang sedang heboh dengan blog kontes nya karena berhadiah macam – macam gadget yang lumayan menggiurkan. Ternyata lokasinya mudah dicapai lho. Dari penginapan tempat saya bermalam hanya 5 menit ! Tanpa peta ataupun alamat lengkap, hanya bermodal penjelasan dari resepsionis saja (dalam hati bergumam, apa Alnect Komputer ini terkenal banget ya di seantero Jogja…? Sampe resepsionis penginapan aja langsung tahu begitu saya sebut : Alnect Komputer). Alhasil sampai lah saya di sebuah toko di bawah jembatan layang Janti. Lanjutkan membaca
29
Jul
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Rupa - Rupa. Ditandai:melamun. & Komentar
Ada begitu banyak kegiatan yang berputar – putar di kepala saya. Mereka mendesak – desak untuk secepatnya saya realisasikan. Sebelum lupa, lebih baik saya catatkan. Ini dia hal – hal yang ingin saya lakukan jika……….. (titik – titik ini biar saya saja yang tahu isinya
) Lanjutkan membaca
27
Jul
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Rupa - Rupa. & Komentar
Beginilah kalau EKA lagi suntuk
Thanks to Idep yang sudah memberi saya bahan dikala suntuk, mari kita kemon (kata Emon di ke Mas Boy hahaha)
Lanjutkan membaca
24
Jul
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Rupa - Rupa. Ditandai:rindu. & Komentar
Celotehku teredam kilat dan guntur di luar sana, seperti hiasan di lepas samudera. Sedikit malas aku melamun dekat daun jendela, ditemani rinai hujan bercengkerama. Mengapa kamu melamun begitu, ia membuka percakapan. Aku dikoyak kangen jawabku pendek.
“Ah engkau sedang merindu. Pada siapa?” tanya sang rintik hujan lagi.
Belum sempat aku menjawabnya rinai hujan tak terdengar lagi kicaunya, tergantikan pelangi. Namun aku sedang tak ingin mengagumi. Aku terbelenggu rindu. Rasa itu muncul tiba – tiba, menyergap jiwa yang gulana. Menawan hati, membangkitkan emosi. Mengalirkan gejolak aneh kedalam otot – otot jantung hingga berdetak lebih cepat. Aku berdebar – debar. Aku merindu. Aku ingin bersenda gurau dengan kicau burung dan terjalnya tebing. Aku ingin kamu. Lanjutkan membaca
22
Jul
Oleh Eka Situmorang-Sir pada 1. Ditandai:indehoy, mama. & Komentar
Masih ingat bos saya?
Yang itu lho.. yang meninggalkan Indonesia di tahun 80an dan baru balik ke ke ibu pertiwi nan cantik ini tiga bulan lalu…. yang kosakatanya masih zaman baheula sehingga saya harus putar otak mati – matian untuk mengerti artinya dan mencari padanannya untuk kondisi bahasa sekarang ? Aiiih masih belum inget juga ? ya udah baca ini dulu kalau belum inget :
- Ajojing
- Wakuncar
Untuk minggu ini, kosakata yang ingin saya bahas adalah Indehoy. Entah bagaimana ceritanya waktu itu pak Bos tiba – tiba bilang indehoy. Dan ketika mendengar kata itu, saya tersenyum simpul saja karena tidak tahu artinya. Sudah saya coba gali setiap sudut memori di otak ini tapi tetap saja saya tidak ingat apa makna kata itu. Akhirnya saya telpon mama di rumah.
“Mam, what’s the meaning of indehoy?” tanyaku. Sssst saya and mama memang sering ngomong bahasa londo, soalnya kalo diajak ngomong bahasa batak saya malah gak ngerti hehehe.
“What?! Ngapain nanya – nanya soal indehoy ? Kamu ketangkep basah indehoy di mobil ya? Sama siapa ? kamu di kantor polisi ya?” bertubi – tubi jawaban yang saya dapatkan. Lanjutkan membaca
21
Jul
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Cerita Cinta - Love. Ditandai:bahagia, cinta, pria, wanita. & Komentar

Love Heart
#sang Pria :
Ku lihat pendar cinta di kedua bola matamu. Tak pernah lepas senyum terkembang dari bibir tiap kali melihat sesosok wanita berkulit sawo di hadapanmu. Ketika sang wanita berbicara walau bukan kepadamu, tak henti – hentinya sinar cinta itu berpencaran. Ah ku rasa, langit gelap gulita pun kan terlihat terang karena pendaran sinar matamu itu. Lanjutkan membaca
19
Jul
Oleh Eka Situmorang-Sir pada Puisi - Poem - Poetry. Ditandai:mentari, poem, poetry, Puisi. & Komentar

Mengejar Mentari
Jamal berlari kecil mengejar mentari
Dipundaknya tergantung karung dengan dua tali
Tak hirau jalanan panas berdebu disusuri
Mengais – ngais demi sesuap nasi
.
.
Jamal berlari kecil mengejar mentari
Rasa aneh menyelinap di relung hati
Melihat sebaya berseragam merah putih dengan topi dan dasi
Mungkinkah ini yang disebut iri ?
. Lanjutkan membaca
Komentator Ulung